Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium hingga 60 Persen

Teheran, beritaalternatif.com – Iran mengklaim sudah membuat 6,5 kilogram uranium dengan pengayaan kemurnian hingga 60 persen, kian dekat ke batas minimal bahan untuk membuat senjata nuklir di angka 90 persen.

“Di area produksi uranium 60 persen, dalam waktu singkat, sekitar 6,5 kilogram sudah diproduksi,” ujar juru bicara pemerintahan Iran, Ali Rabiei, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (15/6/2021).

Raibei juga mengklaim bahwa Iran sudah memproduksi uranium dengan pengayaan kemurnian 20 persen selama satu tahun belakangan, sesuai dengan yang diperbolehkan dalam undang-undang.

“Di bawah undang-undang parlemen, Organisasi Energi Atom seharusnya memproduksi 120 kilogram uranium dengan pengayaan 20 persen dalam setahun. Berdasarkan kabar terbaru, kami sudah memproduksi 108 kg uranium 20 persen dalam lima bulan,” tutur Raibei.

Iran memang sudah meloloskan undang-undang pengayaan uranium beberapa tahun lalu sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat (AS) dari pakta nuklir JCPOA pada 2018.

Perjanjian yang diteken oleh negara anggota tetap DK PBB beserta Jerman itu mewajibkan Iran membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari keperluan mengembangkan senjata nuklir: 90 persen.

Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran. Namun setelah menarik diri, AS kembali menerapkan sanksi yang membuat Iran geram.

Setelah itu, Iran terus menggencarkan program pengayaan uranium. Pada April lalu, Iran mengumumkan bahwa mereka akan memulai pengayaan uranium hingga 60 persen.

Di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, AS menyatakan niat untuk kembali bergabung JCPOA. Namun, AS menyatakan sanksi terhadap Iran masih akan tetap berlaku meski mereka bergabung dalam perjanjian nuklir itu lagi.

Perwakilan Iran dan AS kini dilaporkan melakukan pertemuan tak langsung di Wina, Austria, untuk membahas JCPOA. (cnn/ln)

Sumber: Iran Klaim Produksi 6,5 Kg Uranium dengan Kemurnian 60 Persen

Pendaftar Haji Tahun Ini Lebihi Kuota yang Ditentukan Pemerintah Saudi

Riyadh, beritaalternatif.com – Lebih dari 450 ribu orang di Arab Saudi mendaftar haji dalam waktu 24 jam setelah pendaftaran daring dibuka. Padahal kuota yang disediakan hanya 60 ribu jemaah.

Seperti dilaporkan Arab News, Selasa (15/6/2021), Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan, pendaftar laki-laki mencapai 60 persen dan perempuan 40 persen dari total aplikasi.

Pemerintah Saudi memang telah mengizinkan perempuan melaksanakan ibadah haji tanpa mahram atau pendamping laki-laki

Saudi hanya memberikan akses haji bagi penduduk setempat dan eskpatriat yang telah bermukim di sana untuk menghindari penyebaran virus corona.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Abdulfattah Mashat mengatakan, hanya mereka yang berusia di atas 18 tahun yang diizinkan melaksanakan haji tahun ini.

Dalam sebuah wawancara di saluran TV Al-Ekhbariya, Mashat mengungkapkan, anak-anak tidak termasuk dalam kelompok yang menerima vaksin, sehingga tidak diizinkan memasuki situs tersebut.

Pendaftaran haji tahun ini dibuka secara daring mulai Minggu (13/6/2021) pukul 13.00 sampai 23 Juni mendatang pukul 22.00 waktu setempat.

Proses pendaftaran haji akan melalui lima tahap penilaian, dimulai dari data pribadi hingga informasi kesehatan berdasarkan dokumen resmi mereka.

Sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon haji berdasarkan data yang diberikan ke Pusat Informasi Nasional. Setelah itu, para pendaftar haji belum tentu memegang izin pelaksanaan ibadah tersebut.

“Izin haji hanya akan dikeluarkan setelah aplikasi dinyatakan memenuhi syarat dan semua kondisi serta peraturan kesehatan wajib,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Sebelum mendaftar haji, para pemohon wajib menyatakan bahwa mereka tidak pernah melakukan haji dalam lima tahun terakhir. Prioritas akan diberikan kepada pendaftar berumur di atas 50 tahun yang belum pernah naik haji.

Para calon jemaah haji juga tidak boleh kurang dari 18 tahun dan lebih dari 65 tahun serta menderita penyakit kronis, termasuk terinfeksi Covid-19. Mereka juga harus membuktikan tidak pernah dirawat di rumah sakit dalam enam bulan terakhir.

Kementerian Haji Saudi mengumumkan tiga paket haji yang tersedia, yakni seharga 16.560 riyal (Rp 62 juta), 14.381 riyal (Rp 54,5 juta), dan 12.113 riyal (Rp 49 juta).

Pelaksanaan haji tahun ini masih dilakukan dengan protokol kesehatan pandemi virus corona secara ketat. (cnn/ln)

Sumber: Lebih dari 450 Ribu Jemaah Telah Daftar Haji Tahun Ini