Perubahan Sikap AS soal Golan Dinilai sebagai Kesempatan Iran untuk Gempur Israel

Quds, LiputanIslam.com – Diplomat senior Israel, Dore Gold menyatakan, perubahan kebijakan AS mengenai Dataran Tinggi Golan, tanah Suriah yang diduduki Israel, berpotensi dipandang Iran sebagai kesempatan untuk mengepung Israel.

Gold menjelaskan, pemerintah AS sekarang berhak mengubah kebijakan pemerintah sebelumnya. Karena itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett setidaknya mengemban satu misi dalam masalah ini, yaitu mempertahankan kondisi saat ini.

Ia menilai pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir di masa kepresidenannya sangatlah penting dan strategis, demikian pula hal dengan penegasan komandan tertinggi Angkatan Bersenjata AS.

“Namun, dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi penitik-beratan pada hubungan Israel-AS untuk urusan yang berkaitan dengan harapan agar Biden melanjutkan dukungan kepada kedaulatan Israel atas Golan, yang telah diakui secara resmi di masa pemerintahan Trump,” ujar Gold kepada saluran 12 Israel, seperti dikutip Rai Al-Youm, Kamis (1/7/2021).

Gold yang kini menjabat sebagai direktur Institut Yerussalem untuk Kajian Sosial juga mengatakan, perlu proses diplomatik lebih lanjut antara Israel dan AS untuk memungkinkan penyelesaian masalah ini sebelum pertemuan puncak pertama antara Biden dan Bennett.

“Sebab, jika kebijakan AS mengenai Golan berubah maka ini dapat ditafsirkan oleh orang-orang Iran sebagai terwujudnya harapan mereka untuk mengepung Israel dengan milisi mereka di Libanon dan Suriah, dan bahkan bisa jadi juga Yordania, hal yang bisa jadi akan menjurus pada konfrontasi yang tak diinginkan oleh AS maupun Israel,” pungkas Gold. (liputanislam/ln)

Sumber: Diplomat Israel: Perubahan Sikap AS Soal Golan Kesempatan bagi Iran untuk Kepung Israel

Ini Enam Tokoh yang akan Jadi King Maker di Pilpres 2024

Jakarta, beritaalternatif.com – Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia, Wempy Hadir menyatakan, ada sosok king-queen maker pada Pilpres 2024 mendatang. Enam sosok itu mulai dari ketua umum partai politik hingga mantan Presiden Republik Indonesia.

“Saya melihat bahwa kalau melihat konstelasi politik hari ini, setidaknya ada enam king maker yang saya kira kita bisa catat,” kata Wempy dalam sebuah webinar, Rabu (30/6/2021) lalu.

Sosok pertama adalah Presiden Joko Widodo. Menurut Wempy, sosok Jokowi dapat menjadi king maker, karena merupakan orang yang paling berkuasa saat ini di Indonesia.

Menurut Wempy, meski Jokowi tidak menjadi ketua umum sebuah partai politik, namun menteri-menteri dalam Kabinet Indonesia Maju sangat loyal kepadanya.

“Saya lihat ini menjadi kekuatan Jokowi. Apalagi Jokowi orangnya cukup bersih, sederhana, sehingga kesetiaan para pembantu Jokowi sangat tinggi,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, kata Wempy, Jokowi akan mampu mendorong ke mana pun arah politik. Wempy juga menilai bahwa Jokowi dapat menentukan siapa yang akan menjadi presiden pada 2024.

Sosok kedua yakni Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Wempy menilai, Mega saat ini menjadi orang nomor satu di partai penguasa yang telah memenangi dua pemilu berturut-turut: 2014 dan 2019.

“Saya kira kekuatan ini bisa dikapitalisasi untuk menjadi kekuatan elektoral pada Pilpres akan datang. Apalagi kalau kita lihat Megawati hari ini sangat percaya diri,” ujarnya.

Berikutnya ada nama Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Wempy, selain menjadi king maker, Prabowo masih memiliki peluang untuk menjadi salah satu calon presiden pada Pilpres 2024.

Namun demikian, ia melihat saat ini Prabowo masih menghadapi dilema antara maju sendiri atau mencalonkan orang lain di internal Gerindra.

“Saya kira di tengah melemahnya elektabilitas Prabowo, menurut saya dia sangat realistis dan akan menghitung kekuatannya. Kalau sampai di 2023 tingkat elektabilitas Prabowo tidak menjanjikan, tidak meningkat, menurut saya akan ada kalkulasi politik ulang,” ujar Wempy. “Mungkin saja mendorong kader dari Gerindra yang akan berkoalisi dengan PDIP.”

Nama lainnya yakni mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wempy menyebut, SBY dapat menjadi king maker lantaran masih berupaya mendorong putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga Ketua Umum Partai Demokrat berkarier di ranah politik.

Lalu, kata Wempy, ada nama mantan Wakil Presiden dan politikus Golkar, Jusuf Kalla (JK). Ia melihat, meski JK tidak menjadi ketua umum partai politik, namun JK masih lihai dalam menentukan calon pemimpin.

Salah satu bukti tangan dingin JK yakni ketika memajukan Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017. Saat itu, Anies yang maju bersama Sandiaga Uno berhasil memenangkan Pilkada dengan mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan AHY-Sylviana Murni.

“JK adalah salah satu hero menjadikan Anies Gubernur Jakarta. Di tengah pertarungan yang sangat sengit dan sebagainya, JK keluar sebagai pemenang dan menjadikan Anies sebagai gubernur,” tuturnya.

Selain itu, JK juga merupakan salah satu pengusaha sukses dan sebagai mantan wapres, JK dinilai masih memiliki jaringan kekuasaan yang baik.

Terakhir, ada nama Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Ia melihat hubungan NasDem dengan partai koalisi lainnya cukup renggang belakangan ini.

Oleh sebab itu, Surya bisa saja memanfaatkan momentum itu untuk membangun koalisi sendiri. Terlebih, beberapa waktu lalu, Surya sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tanpa partai koalisi lainnya.

“Saya melihat agak dingin hubungan antar koalisi, seolah-olah Surya tidak akan diajak lagi dalam koalisi yang akan datang 2024. Dengan demikian, jika melihat politik NasDem, dia mencoba untuk berada di luar daripada garis koalisi yang ada hari ini,” pungkasnya. (cnnindonesia/ln)

Sumber: 6 Tokoh Disebut King Maker Pilpres 2024, Jokowi Hingga SBY

Inflasi Juni 2021 di Kaltim Terkendali, Daging Ayam Ras dan Emas Penyumbang Utama

Samarinda, beritaalternatif.com – Pada Juni 2021, Kaltim mengalami inflasi pada level yang terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan lalu tercatat mengalami inflasi sebesar 0,36 persen (mtm), lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,23 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk S.H. Cahyono menjelaskan, secara tahunan, inflasi IHK Juni 2021 tercatat 1,21 persen (yoy) atau inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 1,29 persen (ytd).

“Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi Juni 2021 utamanya bersumber dari kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan dan jasa lainnya,” jelas Tutuk dalam siaran persnya pada Kamis (1/7/2021).

Ia menjelaskan, permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan mengalami peningkatan di tengah pasokan yang relatif terbatas, terutama daging ayam ras. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,12 persen (mtm). Lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,48 persen.

Peningkatan tersebut, lanjut dia, bersumber dari kenaikan permintaan untuk sejumlah komoditas pangan di tengah pasokan yang terbatas. Daging ayam ras tercatat menjadi komoditas utama penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,19 persen (mtm) terhadap inflasi Kaltim dan mengalami kenaikan harga mencapai 9,93 persen (mtm).

“Selain kelompok makanan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mengalami peningkatan yang bersumber dari emas perhiasan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami inflasi sebesar 0,92 persen (mtm). Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,50 persen (mtm).

Peningkatan tersebut terutama bersumber dari kenaikan harga emas. Komoditas emas di Kaltim tercatat mengalami kenaikan harga sebesar 2,73 persen (mtm) dan memiliki andi mencapai 0,03 persen terhadap inflasi Kaltim.

“Kenaikan harga emas di Kaltim tersebut sejalan dengan kembali naiknya tren harga emas dunia,” beber Tutuk. (ln)

Perspektif Umat Islam terhadap Gerakan Dakwah Muhammadiyah

Oleh: Muhammad Ridwan*

Catatan sejarah berdirinya Muhammadiyah menjadi tolak ukur berkembangnya konsepsi pemahaman beragama. Muhammadiyah didirikan oleh salah satu tokoh muslim yang bernama K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta, pada 18 November 1912 (8 Zulhijah 1330 H).

Alasan mendasar berdirinya organisasi Islam ini sesuai maksud dan tujuan Muhammadiyah, yakni menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sementara itu, Muhammadiyah bertujuan untuk mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.

Bagi masyarakat awam, mereka acap kali menganggap ajaran Muhammadiyah adalah ajaran yang menyimpang dari Islam dan budaya, bahkan ada yang beranggapan bahwa Muhammadiyah merupakan aliran.

Prasangka semacam inilah yang menjadi tantangan terbesar bagi kader-kader Muhammadiyah. Para kader harus mampu mendakwakan kembali ajaran Muhammadiyah mulai dari aspek sosial, keagamaan, politik, pendidikan, dan aspek lainnya.

Dalam butir ke-6 Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dinyatakan, melancarkan amal-usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi yang mengandung makna pentingnya organisasi sebagai alat gerakan yang niscaya.

Gerakan dakwah Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspek kehidupan.

Muhammadiyah hadir sebagai jembatan masa depan umat ini, terbukti dengan adanya berbagai amal usahanya, di antaranya pendidikan yang mencakup PAUD, TK, SD, SMP, SMK, SMA, panti asuhan, hingga perguruan tinggi. Sedangkan di bidang kesehatan ada rumah sakit, klinik, dan lainnya.

Muhammadiyah merupakan gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid (pembaruan tentang pokok ajaran Islam) yang bersumber dari Alquran dan as-Sunnah as-Sohihah.

Q.S. Ali Imran: 104 berbunyi, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Dalam situs resmi Muhammadiyah, penulis mengutip pandangan dan tafsir para tokoh Muhammadiyah tentang ayat tersebut di atas. Ayat itu mengandung isyarat untuk bergeraknya umat dalam menjalankan dakwah Islam secara teorganisasi, umat yang bergerak, yang juga mengandung penegasan tentang hidup berorganisasi. (*Sekretaris Komisi Hukum dan HAM PDPM Kukar)