Sasar 300 Peserta, Polres dan PDPM Kukar Sukses Lakukan Vaksinasi Covid-19

Kukar, beritaalternatif.com – Polres Kukar bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kukar sukses melaksanakan program vaksinasi tahap pertama untuk 300 dosis, Rabu (25/8/2021).

Kegiatan vaksinasi ini diselenggarakan untuk umum di lingkungan Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Tenggarong Kukar.

H. Suprianto selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kukar dalam sambutannya, mengungkapkan, ini merupakan kegiatan terbesar yang dilaksanakan PDPM Kukar.

“Kami sangat mengapresiasi kepada seluruh Pengurus PDPM telah siap membantu pelaksanaan program pemerintah. Hal ini sebagai wujud partisipasi serta kepedulian kita bersama,” katanya.

Vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis pertama yang diberikan kepada 300 peserta ini telah mencapai target pemerintah, khususnya Polres Kukar.

Perwakilan Polres Kukar, Supriadi, mengaku sangat berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya Muhammadiyah yang telah bersedia membantu Polres Kukar.

“Mudah-mudahan ini bukan kali pertama antara Polri Kukar dan Muhammadiyah membangun kerja sama demi menuntaskan Covid-19,” harapnya.

Kegiatan vaksinasi yang diadakan oleh Polres Kukar dan PDPM Kukar dari awal sampai akhir berjalan dengan tertib dan aman sesuai rencana kedua belah pihak.

Sementara itu, Ketua PDPM Kukar, Edi Rahman mengharapkan kepada masyarakat agar memutus penyebaran Covid-19 dengan saling membantu dan mendukung program pemerintah.

“Kepada masyarakat, ayo sama-sama membantu, mari bahu-membahu dalam mendukung program vaksinasi ini demi tercapainya harapan kita bersama yakni memutuskan rantai Covid-19,” ajaknya. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah

Taliban Ambil Alih Kekuasaan di Afghanistan, Indonesia Serukan Tiga Hal Ini

Riyadh, beritaalternatif.com – Diplomat Indonesia Adkhilni M. Sidqi mewakili Republik Indonesia pada Pertemuan Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Afghanistan di Markas OKI Jeddah pada 22 Agustus 2021.

Pertemuan dipimpin oleh Sekjen OKI, Yousef Al-Othaimeen, dan Wakil Tetap Arab Saudi untuk OKI, Saleh Al-Suhaibani, serta dihadiri 42 dari 57 negara anggota OKI.

Atas arahan pemerintah pusat, dia menekankan 3 hal kunci: pertama, masa depan Afghanistan harus diupayakan melalui penyelesaian damai melalui proses rekonsiliasi nasional yang dipimpin dan dimiliki oleh bangsa Afghanistan (Afghan-led and Afghan-owned).

Kedua, proses rekonsiliasi nasional Afghanistan hanya dapat diraih dengan persatuan dan solidaritas seluruh pihak di Afghanistan.

“Ketiga, tidak akan ada perdamaian atau stabilitas di Afghanistan tanpa partisipasi penuh, setara, dan berarti dari kaum perempuan,” tegasnya sebagaimana dikutip Berita Alternatif pada Rabu (25/8/2021).

Pertemuan mengamanatkan Sekjen OKI untuk membentuk high-level delegation untuk menyampaikan dukungan dan bantuan untuk perdamaian, stabilitas dan rekonsiliasi nasional di Afghanistan. Pertemuan juga menyepakati Final Communique secara mufakat.

Hal menarik pada pertemuan itu adalah negara anggota OKI sepakat untuk “wait and judge later” dan memberikan kesempatan kepada Taliban untuk merealisasikan komitmen-komitmen barunya.

Afghanistan diwakili oleh Dubes Shafiq Samim menyampaikan apresiasi kepada OKI dan negara anggota atas solidaritasnya kepada Afghanistan di tengah masa sulit ini. Sekaligus menjelaskan tentang perkembangan terkini tentang Afghanistan dan komitmen-komitmen Taliban secara positif.

Dengan sangat menyentuh, Dubes Shafiq meminta semua pihak untuk menyebut rakyat Afghanistan dalam setiap doa-doa.

Dia juga berpamitan karena kemungkinan masa penugasannya berakhir di bawah pemerintahan Afghanistan yang baru. (ln)

Janda Tua dan Lansia di Loa Kulu Dapat Bantuan Paket Sembako dari DPD NasDem Kukar

Kukar, beritaalternatif.com – Pengurus dan kader-kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Kukar.

Pada Rabu (25/8/2021) pagi, kegiatan NasDem Berbagi berlanjut di Desa Rempanga dan Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, Kukar.

Ketua DPD NasDem Kukar, Marwan mengungapkan, pembagian paket sembako kali ini menyasar warga yang berstatus janda tua dan lanjut usia (lansia).

“Kita enggak bagikan ke warga yang isoman. Di dua desa itu alhamdulillah enggak ada yang isoman. Sudah zona hijau,” jelas Marwan.

Paket sembako dalam kegiatan NasDem Berbagi yang diadakan di dua desa pada pukul 08.30 Wita hingga pukul 11.00 Wita itu diberikan kepada sekitar 60 warga.

Dia menyebutkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari gerakan sebelumnya yang rencananya akan dilakukan di 18 kecamatan se-Kukar.

Selanjutnya, Marwan menjelaskan, pihaknya akan mendatangi para pedagang keliling seperti penjual pentol dan es. Mereka tergolong kelompok terdampak kebijakan pembatasan mobilitas sosial dari pemerintah sehingga banyak pedagang kecil yang tak memiliki penghasilan.

“Tujuan berbagi sembako itu untuk membantu mereka. Kemudian yang kedua, kami juga berencana membeli dagangan mereka untuk kita bagikan lagi kepada yang lain,” katanya.

“Kami sih melihat mereka kesulitan. Walaupun kami belum bertanya secara langsung. Cuma kami melihat mereka kesulitan (menjual dagangan mereka),” lanjutnya.

Ia menjelaskan, kegiatan NasDem Berbagi juga akan diadakan untuk para penyapu jalan Kota Tenggarong. Pasalnya, mereka tergolong kelompok yang terdampak pandemi Covid-19.

“Mereka mungkin ada pendapatannya. Tapi kan mereka punya anak dan keluarga yang harus ditanggung setelah adanya pembatasan kegiatan yang menyulitkan ruang gerak mereka,” pungkas Marwan. (ln)

Jurnalis Senior Ini Ingatkan Publik Tak Terkecoh dengan Penarikan Pasukan AS di Afghanistan

Jakarta, beritaalternatif.com – Jurnalis senior Dede Azwar mengatakan, terusirnya AS dari Afghanistan di satu sisi memberikan harapan baru dan kemandirian bagi bangsa tersebut, serta bangsa-bangsa di Asia Tengah dan Asia Barat.

Di sisi lain, lanjut Dede, terdapat sejumlah pihak yang pesimis dan optimis terhadap masa depan negara-negara di kawasan tersebut. Bagi mereka yang pesimis, langkah yang diambil AS hanyalah drama semata.

“Ada yang bilang ini upaya Amerika mengelabui publik internasional. Toh mereka masih bercokol (di Afghanistan),” jelas Dede dalam Bincang Berita yang diadakan Maula TV pada Senin (23/8/2021) lalu.

Kata dia, langkah yang paling rasional saat ini adalah menunggu dalam pengertian aktif. Mata publik harus tertuju pada rezim AS.

“Bukan kepada Taliban dan lain sebagainya. Mereka semua masih baru dan berbenah karena baru lahir,” ujarnya.

Merujuk Perjanjian Doha, Dede mengatakan, AS di bawah kepemimpinan Donald Trump pernah berjanji membebaskan pasukan dan memberikan aset militer kepada Taliban. Tenggatnya hingga Mei 2021.

“Ternyata dilanggar. Kata Biden, ini sama seperti peringatan 11 September. Saya jadi kemudian berfikir, ini si Amerika ini ingin menghidupkan lagi perang melawan teror,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penarikan pasukan AS di Afghanistan sebagai dalih untuk melanjutkan agresi terhadap negara tersebut. Langkah ini semata bertujuan untuk kembali menguasai kekayaan Afghanistan.

“Ada terlalu banyak kekayaan di Afghanistan yang ingin mereka keruk. Dan kita tahu, opium itu, 90% kan dari Afghanistan. Kemudian litium dan pipa gas dari Laut Kaspia hingga Eropa. Ini yang menjadi bisnis Amerika selama di sana,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi di Suriah. Daerah-daerah yang memiliki kekayaan minyak dikuasai oleh pasukan bayaran AS. Sementara di Afghanistan, pasukan Taliban pun ada yang menjadi kaki tangan AS dalam menjalankan bisnisnya.

“Inilah yang membuat kita harus menunggu. Tapi kita sambil berusaha memahami bagaimana kelakuan dan ulah Amerika ini. Mata kita harus fokus ke sana,” saran Dede. (ln)