Bukti Komitmen Perjuangkan Aspirasi Rakyat, Sa’bir Serahkan Bantuan untuk Nelayan di Muara Jawa

Kukar, beritaalternatif.com – Anggota DPRD Kukar dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sa’bir terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil IV (Samboja, Muara Jawa, dan Sanga-Sanga).

Pada Sabtu (28/8/2021), Sa’bir menyerahkan bantuan berupa ketinting sebanyak 30 unit dan mesin portepel 17 unit kepada para nelayan di Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa.

“Bantuan lain masih menyusul. Ada 10 kelompok yang saya bantu di tahun 2021 ini,” katanya kepada beritaalternatif.com.

Sebelum menjadi anggota dewan, dia mengaku pernah menjadi Ketua Info Nelayan Muara Jawa selama lima tahun, sehingga Sa’bir mengetahui masalah-masalah yang dihadapi nelayan.

“Dulu bisa bantu mesin, jaring, dan perahu untuk nelayan. Setelah jadi anggota DPRD, saya lanjutkan lagi bantuan-bantuan untuk nelayan,” jelasnya.

Tahun ini, ia telah menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk para nelayan. Anggaran tersebut berasal dari aspirasinya di APBD 2021.

“Bantuan itu untuk nelayan-nelayan di Muara Kembang dan Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Muara Jawa; Kelurahan Sungai Raden, Kecamatan Samboja,” bebernya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para nelayan. Apalagi mesin-mesin yang diberikan itu dapat memberikan kemudahan bagi nelayan untuk melaut ke jarak yang lebih jauh.

“Makanya nelayan tadi sangat bersyukur karena selama menjadi nelayan, baru kali ini mereka mendapatkan bantuan. Padahal sudah puluhan tahun mereka berharap bantuan mesin ini,” katanya.

Sa’bir berkomitmen akan terus membantu para nelayan. Pasalnya, masih banyak kelompok nelayan yang membutuhkan bantuan mesin untuk memudahkan mereka menangkap ikan.

Sejak awal, Sa’bir telah berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi nelayan dan petani di dapilnya. Dia pun tak banyak memberikan janji, namun lebih sering menunjukkan bukti perjuangannya.

“Karena saya merasakan penderitaan nelayan, petani, peternak, dan petambak kita. Jadi, saya tahu kebutuhan-kebutuhan mereka yang harus diperjuangkan,” sebut Sa’bir. (ln)

Merajut Persaudaraan PMII-HMI dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah

Oleh: Haidir*

Antara tahun 1997-1998, saya yang waktu itu menjadi Ketua Umum HMI Cabang Tenggarong dan Sahabat Sukadi (semoga Allah merahmati Beliau) yang menjabat Ketua PMII Cabang Kutai, bersama pengurus organisasi yang kami pimpin, merajut hubungan baik dan meningkatkan ukhuwah, setelah pertentangan panjang dan kurang harmonis antara dua OKP Islam ini.

Momentum waktu itu, kami tandai dengan melaksanakan kegiatan bersama, Peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Agung (nama awal Masjid Sultan Sulaiman).

Kami tahu, pertentangan antara HMI dan PMII bukan didasari oleh perbedaan ideologi, mazhab apalagi agama. HMI dan PMII adalah dua sisi mata uang, hakikatnya satu. Pertentangan-pertentangan di antara keduanya hanya sebagai imbas terseretnya pengurus terhadap faksi politik masing-masing senior kedua organisasi ini yang acap kali terjadi di dunia politik, juga imbas persaingan rekrutmen anggota, dan hal remeh-temeh lainnya. Adanya faksi dan persaingan politik para senior masing-masing organisasi haruslah difilter agar tidak masuk ke dalam sikap emosional adik-adik yang masih tumbuh dan sedang membangun jati diri. Rekrutmen hendaklah dimaknai sebagai beban amanah untuk membina kader-kader umat dan bangsa oleh masing-masing organisasi, sehingga seharusnya itu dipandang sebagai tanggung jawab, bukan kebanggaan apalagi diperebutkan. Toh di tingkat tinggi, tokoh sekaliber Nurcholish Madjid yang akrab disapa Cak Nur (HMI) dengan Abdurrahman Wahid yang familier disapa Gus Dur (refresentasi Nahdiyyin dan sesepuh yang dihormati PMII) bergandeng tangan, “mesra” dalam pemikiran, karib dalam gerakan politik.

Bagi kami Pengurus HMI Cabang Tenggarong dan PMII Cabang Kutai waktu itu, akurnya Cak Nur dan Gus Dur dan tokoh-tokoh lain HMI-PMII adalah simbol kedewasaan berorganisasi, simbol independensi dalam pemikiran dan sikap, dan simbol ukhuwah yang insyaallah diajarkan Rasulullah saw. Maka sebagai organisasi Islam, tak patut bagi HMI-PMII terseret kepada pertentangan yang sebenarnya tidak mandiri (dependen). Kami yakin, ketika Gus Dur tersakiti, maka pasti Cak Nur akan merasakan sakit yang sama, dan jika Cak Nur diganggu, maka Gus Dur akan menjadi terganggu juga. Tak pantas bagi Cak Nur untuk menyakiti Gus Dur, dan tak akan ada terbersit dibenak Gus Dur untuk mendurhakai Cak Nur. Itulah prinsip ukhuwah islamiyah, yang sangat dipahami dan mampu dipraktikkan keduanya dalam pergaulan hidup. Bukankah lambang dan nama PMII dan HMI adalah alami dan rahmat, sehingga tak ada dasar yang kuat untuk dipertentangkan apalagi dibenturkan.

Oleh sebab itu, berbekal hati terbuka kami berdua, dan segenap pengurus masing-masing dari HMI Cabang Tenggarong dan PMII Cabang Kutai, merekatkan kembali hati, membangun cinta dan saling mengasihi sebagai sesama muslim, dan mengharapkan rajutan ini kokoh terwariskan sepanjang generasi PMII Cabang Kutai dan HMI Cabang Tenggarong. Maulid Nabi adalah upaya kami untuk menyadarkan kedua belah pihak, bahwa kita telah mengambil agama dari sumber yang sama, mengambil tauladan dari figur yang sama, sosok Baginda Muhammad saw, seharusnya tak ada ruang bagi keduanya untuk memusuhi dan saling menyakiti. (*Ketua Umum HMI Cabang Tenggarong Periode 1997-1998)

Sekjen Hizbullah Sebut AS Boyong ISIS dari Suriah ke Afghanistan

Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidato pada peringatan tahun ke-4 pembebasan kawasan Jroud timur (daerah perbatasan pegunungan yang tandus antara Lebanon dan Suriah), Jumat (27/8/2021), menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS semula berusaha menguasai Suriah dan bahkan Libanon. Dia juga menyebutkan, AS memboyong para gembong teroris dari Suriah ke Afghanistan.

Kata dia, kemenangan tersebut direalisasikan tidak dengan cuma-cuma, melainkan dengan pengorbanan, kesabaran dan ketahanan. Kemenangan di Jroud empat tahun silam adalah bagian dari perang eksistensial atas Suriah dan rencana berbahaya di kawasan.

“ISIS semula bertekad untuk menguasai semua bagian Suriah, dan Libanon pun merupakan bagian dari rencana mereka. ISIS semula bertekad menghubungkan Tadmur dengan Qalamoun, dan seandainya mereka berhasil melakukannya maka perang akan menjadi makin sulit,” terangnya.

Dia mengingatkan, ISIS mendapat dukungan regional dan internasional, dibekali fasilitas yang melimpah, dan ribuan pasukannya sengaja didatangkan ke kawasan.

Sayid Nasrallah juga menegaskan, mantan presiden AS Donald Trump serta para pejabat AS lainnya sudah berulang kali berbicara bahwa ISIS adalah buatan Barack Obama dan Hillary Clinton.

Ia melanjutkan, Pemerintah Libanon saat itu tak mampu berinisiatif menghadapi kawanan teroris dan membela distrik-distrik dan desa-desa di depan ISIS. Kedubes AS mencegah pemerintah melawan ISIS dengan ancaman penghentian bantuan AS kepada tentara Libanon.

Hizbullah memasuki pertempuran setelah negara meninggalkan tanggung jawab membebaskan tanah dan membela rakyatnya. “Perang pembebasan Jroud berlangsung sulit dan membebani, sebelum kemudian tentara Libanon masuk dan kita pun bertempur bersama bahu-membahu,” ungkapnya.

Mengenai peranan Iran, Sekjen Hizbullah mengatakan, di sisi Libanon ataupun Suriah, perang dan kemenangan melawan teroris adalah berkat bantuan Iran.

Mengenai Akta Caesar yang diterapkan AS, dia mengatakan, akta ini bukan untuk memblokade Suriah saja, melainkan juga Libanon.

Menurutnya, akta itu telah menutup sebagian besar pintu bagi orang-orang Libanon yang bermaksud berinvestasi di Suriah.

Seandainya tak ada larangan dan veto AS, niscaya Libanon sudah dapat menghidupkan sektor listris dan gas di negara tersebut. “Seandangnya orang-orang Libanon mengangkat suara tinggi-tinggi terhadap AS niscaya kita sudah terkecuali dari sanksi,” lanjutnya.

Mengenai bahan bakar minyak yang sedang didatangkan dari Iran untuk mengatasi krisis Libanon, Sayid Nasrallah mengatakan kepada AS, jika AS memang peduli kepada bangsa Libanon, maka ia meminta mengecualikan Libanon dari sanksi, dan menghentikan ancaman-ancaman.

Pihaknya telah bersepakat dengan Iran untuk memulai pengangkutan produk minyak dengan kapal ketiga. “Libanon memerlukan lebih dari tiga kapal untuk menghadapi tahap krisis dalam waktu dekat ini,” sebutnya.

Sayid Nasrallah juga menyinggung heboh Afghanistan dengan mengatakan, proyek yang telah dipersiapkan untuk kawasan telah berantakan. Apa yang disaksikan di Afghanistan sekarang adalah pemandangan kekalahan AS secara total serta kejatuhan dan kegagalan AS secara total.

Dia melanjutkan, pengalaman Afghanistan juga telah menjadi kejatuhan moral AS dan merefleksikan bagaimana perlakuan terhadap orang-orang yang hendak melarikan diri di Bandara Kabul. Kata Sayid Nasrallah, apa yang telah dan sedang terjadi harus menjadi pelajaran, dan merupakan pemandangan di mana orang-orang  yang hendak keluar dari Kabul adalah mereka semula bekerja sama dengan pasukan AS dan NATO, pemandangan orang-orang yang jatuh dari pesawat dan ditinggalkan begitu saja.

Dia lantas menyebutkan bahwa AS memboyong ISIS dari Suriah ke Afghanistan dengan mengatakan, pesawat dan helikopter yang digunakan AS di Bandara Kabul adalah sarana transportasi yang juga dipakai untuk mengangkuti para gembong dan kader ISIS dari Suriah ke Afghanistan. “AS bertujuan mengguncang semua negara jiran Afghanistan,” tegas Sayid Nasrallah. (liputanislam/ln)