Search
Search

Elpiji 3 Kg Langka, Anggota Komisi III DPRD Kukar Minta Pertamina Pantau Pendistribusiannya

Antrian tabung gas elpiji 3 Kg di Halaman Stadion Rondong Demang. (Pusaran Media)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Tabung gas elpiji 3 Kg lagi-lagi mengalami kelangkaan di beberapa daerah di Kukar.

Misalnya, sejak dari kemarin para warga terlihat rela mengantri panjang untuk mendapatkan tabung gas yang dijual melalui operasi pasar yang digelar oleh beberapa kelurahan di Kecamatan Tenggarong.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kukar, Hamdan pun meminta pihak Pertamina agar melakukan pemantauan pendistribusian tabung gas tersebut.

Ia menyebut bahwa hal ini juga merupakan tanggung jawab dari Pertamina. Terlebih, berkaitan dengan tabung bersubsidi ini yang memang harus dipantau langsung ke lapangan agar sesuai aturan.

“Memang sedikit minim juga Pertamina untuk memantau kelapangan. Mirip-mirip dengan BBM lah kasusnya ini,” kata dia, Selasa (11/6/2024).

Jika merujuk pada peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan pendistribusian gas elpiji 3 Kg, maka seharusnya kelangkaan yang terjadi sekarang itu tidak mungkin terjadi.

Pasalnya, gas elpiji 3 Kg ini diperuntukkan hanya bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Kalau yang 3 Kg itu memang ada kriterianya. Cuma yang menjadi kelemahan definisi miskin susah kita mendefinisikannya di lapangan,” sebut Hamdan.

Maka dari itu, dia juga meminta kepada dinas terkait agar bisa menginventarisasi penyaluran gas elpiji 3 Kg ini.

Sehingga, pendistribusian tabung gas tersebut bisa tepat sasaran.

“Paling tidak lebel miskin itu harus jelas itu adalah pokok permasalahannya,” ucapnya.

Hamdan mengingatkan kepada pihak-pihak yang mendistribusikan tabung melon tersebut harus sesuai dengan ketentuan.

Ia menegaskan, jangan sampai tabung tersebut diberikan ke pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan kelangkaan bahkan dijual dengan harga yang terlampau tinggi.

Pihaknya juga telah berdiskusi dengan pihak Pemkab Kukar bahwa mereka akan memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memberikan pembiayaan transportasi pendistribusian ke berbagai daerah.

“Bukan nilai dari pertabungnya, tapi dari segi transportasinya untuk menguraikannya,” pungkas dia. (adv)

Penulis: Ahmad Rifa’i

Editor: M. As’ari

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA