Search
Search

Elpiji Langka dan Harga Bahan Pokok Naik, HMI Tuntut Pemkab Kukar Cari Solusi

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Kukar Ibnu Ridho saat diwawancarai awak media di Unikarta pada Senin, 11 Juni 2024. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM- Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menuntut Pemkab Kukar mencari solusi untuk memecahkan masalah kelangkaan gas elpiji dan kenaikan harga bahan pokok di Kukar.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Kukar Ibnu Ridho menyebut kelangkaan gas elpiji dan kenaikan harga bahan pokok selalu terjadi pada setiap momentum hari-hari besar seperti Hari Raya Idulfitri dan Iduladha.

“Jadi, HMI Cabang Kukar meminta kepada Pemkab Kukar dan instansi terkait untuk mencari tahu tentang kelangkaan ini,” sarannya saat diwawancarai awak media Berita Alternatif di Unikarta pada Senin (10/6/2024).

“Karena kita mendekati hari besar ini (Iduladha), tentunya kebutuhan-kebutuhan dasar ini sangat dibutuhkan. Jadi, kami meminta cari pokok ataupun dasar dari masalah kelangkaan ini. Atasi itu segera,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji membawa dampak buruk bagi masyarakat. Apalagi menjelang Iduladha 1445 Hijriah. Gas elpiji pun akan “diburu” masyarakat Kukar.

Kelangkaan gas ini disebutnya akan membuat harganya meningkat drastis di pasar. “Di Kecamatan Sebulu harga gas elpiji dengan berat 3 kilogram menyentuh harga Rp 50 ribu,” bebernya.

Ia menyebut masyarakat menyimpan kecurigaan terkait kelangkaan elpiji serta kenaikan harga bahan pokok di Kukar.

Selain itu, Ridho mengungkapkan, kelangkaan elpiji kerap bersamaan dengan kenaikan harga bahan pokok.

Dia menduga penyebab kelangkaan ini terjadi karena penimbunan gas elpiji yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa selama ini Pemkab Kukar tidak serius dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Ridho pun meminta Pemkab Kukar berperan aktif dalam mengawasi dan memastikan ketersediaan gas elpiji pada hari-hari besar keagamaan.

Kata dia, masalah ini kerap muncul berulang-ulang karena Pemkab Kukar tak menanganinya secara serius dalam bentuk kebijakan.

Ia menyarankan Pemkab Kukar menambah suplai elpiji pada hari-hari besar keagamaan, sehingga tak ada lagi kelangkaan gas dan kenaikan harga bahan pokok di Kukar.

“Suplai harus lebih banyak untuk mengatasi kejadian naiknya bahan pokok dan langkanya gas elpiji,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho

Editor: Ufqil Mubin

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA