Search
Search

Ismail Haniyeh: Hamas bisa Tawan Lebih Banyak Lagi Serdadu Israel

Ketua Kantor Politik Hamas, Ismail Haniyeh. (Pars Today)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi al-Alam, Ketua Kantor Politik Hamas, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan dengan Rezim Zionis terkait pertukaran tawanan.

“Dari satu sisi, kami bertekad bahwa segala bentuk kesepakatan dalam hal ini harus sesuai keinginan kami. Tuntutan-tuntutan kami jelas dan gamblang. Kami telah memberitahukan tuntutan-tuntutan kami kepada Mesir selaku mediator,” kata Haniyeh.

“Jika Musuh Zionis menyetujui tuntutan-tuntutan ini, kami siap melakukan pertukaran. Namun sebelum itu, tidak mungkin ada transaksi apa pun. Bila Rezim Zionis tidak bisa diyakinkan untuk menjalin kesepakatan dengan kami, Perlawanan akan menunjukkan kekuatannya. Mungkin saja jumlah para tawanan dari serdadu Israel di tangan Hamas akan bertambah,” imbuhnya.

Berkaitan dengan koordinasi Perlawanan di Tepi Barat dan Gaza, Haniyah menjelaskan, “Koordinasi dan kerja sama di Gaza sangat tinggi, yang dilakukan oleh Ruang Operasi Gabungan Perlawanan. Ini adalah puncak operasi lapangan gabungan.”

Kata dia, pertempuran terbaru Pembalasan Orang-orang Merdeka dilakukan di dalam Ruang Operasi Gabungan tersebut. Izzuddin al-Qassam juga memberi dukungan untuk Jihad Islam. Mereka berperang melawan penjajah di garis depan.

“Tidak ada Ruang Operasi Gabungan di Tepi Barat seperti di Gaza. Koordinasi antara al-Qassam dan Brigade al-Quds terus dilakukan. Namun kita menyaksikan partisipasi berbagai faksi di Arin al-Usud,” tegasnya.

Dia menilai koordinasi di Tepi Barat akan terus berkembang, dan bisa saja akan mencapai level koordinasi di Gaza. Seluruh Palestina adalah satu pentas dan medan.

Bangsa Palestina, sambung dia, adalah satu bangsa yang bersatu, yang masing-masing pihak telah membuktikan dukungan untuk selainnya.

Jika satu bagian dari bangsa disakiti, lanjut dia, pihak-pihak yang lain akan mendukung bagian tersebut. “Kita melihat di Perang Pedang al-Quds bahwa semua rakyat Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Tanah Pendudukan 1948 terjun ke lapangan,” tegas Haniyeh. (*)

Sumber: Poros Perlawanan

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA