Ketua Komisi III Veridiana Sebut Anggaran untuk Pembangunan Jalan Nasional di Kaltim Tahun Ini Turun

Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Komisi III DPRD Kaltim bertemu dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim membicarakan soal pembangunan infrastruktur ruas jalan nasional di Kaltim.

Ketua Komisi III, Veridiana Huraq Wang menyebutkan, tahun ini anggaran untuk pembangunan jalan nasional di Kaltim mengalami penurunan.

“Jadi kalau dilihat tadi, naiknya hanya Rp 300 miliar. Nah, yang terbesar itu untuk IKN. Di satu sisi, kami melihat ada Rp 10 triliun, tapi untuk IKN Nusantara yang lebih banyak. Kaltim hanya dapat Rp 1,8 triliun,” ungkap Veridiana baru-baru ini.

Kendati demikian, Komisi III DPRD Kaltim menginginkan infrastruktur pembangunan jalan yang utuh di Kaltim. Bukan hanya di IKN Nusantara yang dibangun.

Diketahui, total ruas jalan nasional yang akan diselesaikan di Kaltim pada 2023 ini sepanjang 1.008 kilometer.

“Makanya tadi kami semacam ya, bagaimanalah dari BBPJN Kaltim ini bisa memperjuangkan anggaran lebih naik lagi. Naiknya ini cuma Rp 300 miliar,” sambung politisi PDIP itu.

Veridiana menambahkan, untuk daerah perbatasan dari Long Bagun ke Long Pahangai yang merupakan jalan non status sebenarnya belum dianggarkan pada 2023. Justru pembangunannya baru akan dieksekusi pada 2025.

“Saat ini yang baru dibuat itu Desain Engineering Design (DED)-nya. Artinya kan masih harus bersabar lagi menunggu 2025. Sebab pada 2025 baru akan dianggarkan sebesar Rp 200 miliar. Itu pun belum tuntas,” tambahnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan agar pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya di IKN. Namun Kaltim secara utuh. Terutama jalan-jalan yang memang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Penanganan sementara di Long Bagun ke Long Pahangai itu tidak ada anggaran khusus. Hanya penanganan untuk daerah-daerah yang parah itu. Hanya di-grid saja, belum diaspal,” bebernya.

Veridiana mengakui, pihaknya belum mendapatkan gambaran terkait program dari BBPJN Kaltim pada 2023. Namun ternyata anggaran pada tahun ini ada Rp 10 triliun.

“Tapi dari Rp 10 triliun itu yang untuk Kaltim sendiri hanya Rp 1,8 triliun. Kenaikannya hanya Rp 300 miliar dari 2022. Sedangkan yang Rp 8 triliun adalah kegiatan di IKN. Itu di sekitar IKN dan seputarannya, termasuk Balikpapan. Sebab ada jembatan tol dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan ke IKN,” ujarnya lagi.

Anggaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk Kaltim itu salah satunya akan diperuntukkan ke penanganan jalan di jalur Kubar ke Mahulu. Veridiana menyebutkan, di sana ada tiga segmen. Sekitar Rp 400 miliar.

“Mudah-mudahan setidaknya bisa 70 persen jalur itu sudah beraspal pada 2023 ini. Kemudian ada jalur di Paser, arah Balikpapan, berbatasan dengan Kalsel. Lalu melanjutkan jalur yang dari Samarinda-Kutim,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Preservasi Jalan BBPJN Kaltim, Dedy Mandarsyah menjelaskan, ada beberapa ruas jalan nasional yang akan ditangani BBPJN Kaltim: perbatasan Kalsel sampai Balikpapan, kemudian Samarinda serta ke arah Kubar, Kutim, dan Berau.

Kendati demikian, pihaknya membantah bahwa anggaran untuk penanganan ruas jalan nasional di Kaltim mengalami penurunan. Justru mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Malah dari Rp 1,5 triliun di 2022 jadi naik Rp 1,8 triliun kan. Kami sudah klarifikasi tadi. Bukan (menurun). Meningkat dong,” tandasnya. (adv/hms)

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA