Search
Search

Masa-Masa Pendirian dan Keemasan RPK Kukar

Dewan Pengawas Radio Pemerintah Kabupaten Kukar Ibramsyah saat diwawancarai awak media Berita Alternatif di Kantor RPK Kukar pada Jumat, 7 Juni 2024. (Dok. Berita Alternatif)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM- Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan media informasi berbasis suara yang tertua dan terbesar di Kukar.

RPK yang semula didirikan dengan nama Radio Pemerintah Daerah (RPD) tersebut merupakan kanal penyiaran yang telah memberikan kesan dan memori tersendiri bagi masyarakat Kukar.

Radio ini didirikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kukar terkait media informasi yang mudah diakses khalayak ramai.

Akses informasi yang bisa didapatkan masyarakat Kukar yang minim mendorong bupati kala itu mendirikan stasiun radio pertama di Kukar. Radio tersebut sebagai sarana pembagian informasi dan ajang promosi, tertutama terkait informasi kedaerahan.

Dewan Pengawas RPK Kukar, Ibramsyah menjelaskan, dahulu setiap warga Kukar menantikan program-program yang dijalankan RPD. Kegiatan hiburan maupun pagelaran-pagelaran budaya yang diselenggarakan Pemda Kutai pun dinantikan para pendengar setia RPD.

RPD selalu terlibat sebagai sponsor ataupun pihak yang ditunjuk untuk menyelenggarakan acara tersebut.

Dia mengungkapan, pagelaran yang digelar RPK pada masa jayanya menjadi salah satu media untuk ajang promosi budaya lokal.

Saat itu, ia menyebut kredibilitas RPD tak diragukan dalam menyajikan berita serta menyelenggarakan pagelaran budaya lokal.

Kepopuleran RPD, kata Ibramsyah, bahkan sampai menyentuh masyarakat di luar Pulau Kalimantan hingga mancanegara.

“Selama RPD berjalan, itu luar biasa fungsinya sebagai sarana informasi dan hiburan,” ucapnya saat ditemui awak media Berita Alternatif di Kantor RPK Kukar pada Jumat (7/6/2024).

Dia melanjutkan, RPD pernah berpindah tempat sebanyak 3 kali. Walaupun beberapa kali pergantian kepemimpinan bupati, antusiasme dan minat masyarakat terhadap program-program yang disajikan RPD tetap terjaga dengan baik.

Meskipun saat itu alat-alat yang digunakan operator RPD masih tergolong sederhana, hal itu tidak menyurutkan semangat para pengelola RPD untuk membesarkan radio tersebut.

Strategi yang digunakan untuk membesarkan media informasi tersebut adalah menyajikan program-program menarik dengan menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat saat itu.

Acara yang disajikan juga beraneka ragam, yang memuat informasi yang beragam mengenai budaya, politik, pendidikan, agama, olahraga, serta kesenian seperti musik dan wayang.

“Secara keseluruhan, hampir 40 persennya informasi. Jadi, ada pembagian-pembagian acara,” tuturnya.

Ibramsyah mengungkapka bahwa cara penyajian informasi dari RPD pun beraneka ragam. Pengelola mengemasnya dengan menggunakan bahasa-bahasa daerah untuk memperluas jangkauan pendengar RPD.

Beberapa acara unggulan RPD pun menggunakan bahasa daerah seperti Dayak, Kutai, Bugis, dan bahasa Indonesia.

“Jadi, orang-orang perantauan di Hulu Mahakam itu, kalau mendengar RPK, kurang ngerti bahasa Indonesia, ada bahasa Dayak,” jelasnya.

Selain itu, RPD menyajikan acara yang bersifat informal tetapi tetap padat informasi seperti acara Pagi Gembira. Ini merupakan program RPD yang memuat informasi mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat yang dikemas dengan santai.

Dia menyebut acara ini begitu populer dan favorit di kalangan masyarakat yang menjadi pendengar setia RPD sehingga nafas acara tersebut sangat panjang bahkan tetap eksis hingga RPD berubah nama menjadi RPK.

Selama beroprasi, RPK telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan yang ditandai dengan pergantian para pengelola redaksi dan alat-alat yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi.

Ibramsyah pernah menyaksikan penggunaan tip dan kaset. Dia juga merupakan tokoh yang melihat peralihan teknologi informasi yang berbasis digital yang dimanfaatkan RPK dalam menyebarkan informasi agar tetap relevan serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Penyesuaian tersebut disebabkan kemunculan berbagai platform digital yang lebih cepat dan mudah diakses melalui telepon pintar atau smartphone.

Para pengelola RPK memperbarui cara mereka menyebarluaskan informasi agar RPK tetap eksis dalam memikat hati para pendengarnya.

Pada periode kepenguruan yang baru, ia menginginkan RPK tetap konsisten dalam menyajikan informasi yang berkualitas serta tidak keluar dari kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kukar saat ini.

Ibramsyah juga berharap Informasi-informasi yang disajikan RPK saat ini, baik berupa pemberitaan pemerintahan, pembangunan, maupun kebijakan daerah, dapat disampaikan secara proporsional dan akurat.

Para pengelola RPK pun didorongnya memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia untuk mengembangkan media tersebut, baik dengan cara manual melalui radio maupun media sosial.

“Dan (harapan saya) masyarakat tetap terhibur akan adanya keberadaan RPK,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho

Editor: Ufqil Mubin

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA