Harga Jahe di Jonggon Anjlok, Yani: Pemkab Kukar Harus Bangun Industri

Listen to this article

Kukar, beritaalternatif.com – Di awal pandemi Covid-19, Jahe menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diminati oleh masyarakat karena dipercaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Karena itu, para petani di Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) bahkan menanam dan memanen jahe hingga puluhan ton per hektare.

Namun, beberapa bulan terakhir harga jahe anjlok dan sepi pembeli. Karena itulah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Dapil Loa Kulu dan Loa Janan, Ahmad Yani dan pihaknya ke depan akan berkomitmen untuk merancang regulasi untuk para petani jahe demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Supaya petani kita melakukan penanaman kemudian di pasaran tidak laku tentu pemerintah bertanggung jawab, bagaimana caranya mencarikan pasarnya atau kalau perlu kita aupgrade produksinya,” ucap Yani, Rabu (1/12/2021).

Anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kukar itu akan menginisiasi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kukar untuk menciptakan industri baru sehingga bisa membantu para petani.

“Bikin produksi baru atau industri baru terkait pengelolaan jahe dan seterusnya. Buat industri untuk menyokong ke sana sehingga jangan kita terpaku dan hanya mengharap kondisi pasarnya saja. Yang saat ini menjual mentah tapi tidak diolah. Oleh karena itu, perlu kita pikirkan ke depannya,” ungkap Yani.

“Karena alasannya kan industri kita tidak punya, itu menjadi soal. Sehingga kalau harga tidak sesuai, bangkrut masyarakatnya, rugi penanamnya dan kita tidak mau seperti itu,” tambahnya.

Ke depan Yani berharap Pemda bisa mencarikan solusi lain seperti memborong tanaman petani untuk dipasarkan ke perusahaan-perusahaan seperti industri pertambangan maupun perkebunan.

“Sehingga minimal produk dalam negeri terkhusus Jonggon itu terpasarkan dan dinikmati oleh pengusaha lokal. Itu yang mesti kita lakukan saat ini,” saran Yani.

Dia juga akan melakukan rapat koordinasi untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi para petani di Jonggon tersebut.

“Kalau memang butuh regulasi, kita akan meregulasi terkait perlindungan produk lokal kita. Intinya kita akan membantu memasarkan supaya harganya tidak jatuh. Supaya bisa kita kembangkan,” tegasnya.

Yani juga berharap kepada para petani untuk bersabar. Pasalnya, kata dia, tidak selamanya harga jahe akan selalu rendah.

Ia pun menyarankan kepada Pemkab Kukar untuk memberikan insentif berupa bantuan kepada para petani jahe.

“Agar ketika mereka tidak bisa menjual minimal ada tangan-tangan pemerintah yang bisa mengganti usaha mereka itu. Semacam fasilitas khusus sehingga mereka tidak dirugikan,” tutup Yani. (adv)

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA