Search
Search

Peneliti Indef Sampaikan Dua Usulan Pasca Dua Pejabat Mundur dari Otorita IKN Nusantara

Otorita IKN
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance, Agus Herta Sumarto. (Kompas.id)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Dilansir dari Antara, peneliti Institute for Development of Economics and Finance Agus Herta Sumarto merekomendasikan agar Pemerintah meyakinkan publik serta investor soal keputusan dua pejabat untuk mundur dari Otorita IKN.

Dia meminta Pemerintah meyakinkan investor bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan persoalan manajemen internal Otorita IKN.

“Pemerintah harus meyakinkan publik terutama investor bahwa mundurnya dua petinggi ini bukan disebabkan karena masalah manajemen di internal Otoritas IKN,” ujar Agus di Jakarta, Senin (3/6/2024).

Hal tersebut, menurut dia, perlu dilakukan untuk meredam isu liar yang bisa saja muncul soal kelanjutan pembangunan IKN Nusantara.

Selain itu, ia mengusulkan agar Pemerintah meyakinkan para investor bahwa keputusan dua petinggi ini untuk mundur dari jabatan mereka tidak akan menghambat penyelesaian pembangunan IKN serta pembangunan IKN akan terus berjalan sesuai waktu yang ditargetkan dan kualitas yang ditetapkan.

Dengan komunikasi yang baik kepada publik oleh Pemerintah, dia berharap keputusan dua pejabat OIKN untuk mundur tidak menjadi isu liar yang menjadi faktor penghambat keberlanjutan pembangunan IKN.

Sebelumnya, Pemerintah mengumumkan pengunduran diri Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono dan Wakil OIKN Dhony Rahajoe di Istana Kepresidenan Jakarta.

Menindaklanjuti hal itu, kemarin telah terbit Keputusan Presiden yang mengangkat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sebagai Plt Kepala Otorita IKN dan Wakil Menteri ATR Raja Juli Antoni sebagai Plt Wakil Kepala Otorita IKN.

Presiden RI meminta Basuki dan Raja Juli menjamin percepatan pembangunan dengan sebaik-baiknya, sesuai visi pada rencana Nusa Rimba Raya dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA