Search
Search

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 Jadi Momentum Penguatan Hubungan PPKP Ribathul Khail dengan Alumni

Pengurus yayasan, perwakilan Pemkab Kukar, dan Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid melakukan foto bersama dalam peringatan hari ulang tahun PPKP Ribathul Khail. (Dok. Berita Alternatif)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Keluarga Besar Pondok Pesantren Karya Pembangunan (PPKP) Ribathul Khail Timbau Tenggarong menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 pada Senin (1/5/2023).

HUT tersebut dilaksanakan di Halaman Kompleks Pesantren di Jalan Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pimpinan Yayasan, Pimpinan Pondok, para ustaz dan ustazah, alumni, serta para santri PPKP Ribathul Khail.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Karya Pembangunan Ribathul Khail melalui Sekretarisnya Akhdar Rifai menjelaskan bahwa pondok pesantren tertua di Provinsi Kalimantan Timur ini mempunyai banyak alumni yang berprestasi.

“Terakhir saya dengar ada dua orang alumni kita yang menjadi dosen di Singapore. Dua-duanya profesor. Kalau menjadi pejabat di pemerintahan lebih banyak lagi, apalagi menjadi tokoh-tokoh agama di masyarakat,” bebernya.

Rifai memaparkan, peringatan ulang tahun ini merupakan bentuk syukur atas perjalanan panjang pesantren tersebut.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga meminta para alumni PPKP Ribathul Khail menyumbangkan pemikiran untuk kemajuan pesantren tersebut.

Rifai pun menjelaskan sejarah PPKP Ribathul Khail beserta pencapaian-pencapaiannya saat ini.

Masa keemasan pondok ini adalah pada tahun 1980 hingga 1990. Setelah itu, pondok tersebut berjalan tanpa pengembangan berarti. Pada tahun 2010, pondok ini berada pada titik yang sangat memprihatinkan.

Kemudian, mantan Bupati Kukar Rita Widyasari menanyakan kepada manajemen yayasan tentang janji ayahnya untuk pembangunan pondok pesantren tersebut.

Saat itu, secara spontan pengurus menjawab permohonan pembenahan plafon yang sudah rusak. Namun, Rita meminta pengurus yayasan untuk membuat proposal dengan stimulan dana sebesar Rp 10 miliar untuk membangun 10 unit ruko, masjid, paving, dan sejumlah bangunan.

“Untuk ruko langsung kita sewakan. Untuk 10 ruko setiap tahun kita dapat lebih kurang Rp 700 juta. Ini kita kembangkan lagi dengan membangun ruko sebanyak 5 unit selama lima tahun. Jadi, totalnya 15 ruko,” ungkapnya.

“Ini juga kami sampaikan kepada alumni dana yang kita peroleh saat ini. Kita gunakan untuk pembangunan di depan, yang ke depan bisa digunakan untuk membiayai di belakang,” sambungnya.

Kata dia, jika uang tersebut digunakan untuk sesuatu yang konsumtif, maka ia akan habis. “Kami berusaha agar ini bisa menjadi produktif dan bisa menunjang pondok pesantren,” terangnya.

Pada 2015, pihaknya mengusahakan untuk mendapatkan hibah lahan PPKP Ribathul Khail. Permohonan ini disambut baik oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Daerah Kukar pun menghibahkan seluruh tanah dan bangunan PPKP Ribathul Khail kepada yayasan. Saat ini, statusnya sudah atas nama yayasan.

Ia menyebutkan, PPKP Ribathul Khail memiliki kebutuhan mendesak berupa pembangunan asrama. Hal ini bertujuan mendorong para santri bermukim di pondok.

“Santri kita totalnya 700. Di dalam hanya dapat menampung 200. Berarti masih ada 500 yang tinggal di luar,” ungkapnya.

“Mustahil pesantren itu bisa berhasil kalau santrinya itu banyak di luar. Jadi, mustahil pesantren itu bisa berjalan dengan baik, bisa berkualitas dengan baik, punya keunggulan kalau santrinya itu tinggal di luar,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh alumni PPKP Ribathul Khail memikirkan solusi penyelesaian masalah tersebut. Harapannya, pesantren ini bisa mengembalikan kejayaannya seperti tahun 1980.

“Artinya, pondok ini melahirkan sumber daya manusia yang bisa ceramah, menjadi khatib, imam dan peran-peran keagamaan lainnya,” ujar dia.

Ketua Alumni PPKP Ribathul Khail Misran Tahrani mengaku bersedia memberikan bantuan kepada pengurus PPKP Ribathul Khail.

“Kebetulan pengurusnya ada di sekitaran Tenggarong saja. Kapan saja dan saat apa saja dihubungi, insyallah siap,” ucapnya.

Wakil Rektor II Universitas Kutai Kartanegara ini memahami bahwa lembaga alumni hanyalah mitra, bukan sebagai penentu kebijakan di pesantren.

“Sehingga antara kita alumni, pondok pesantren dan lembaga-lembaga lainnya bisa bersinergi, saling berdiskusi, sharing dan lain sebagainya,” ujar dia.

Ia pun mengajak alumni PPKP Ribathul Khail berperan aktif untuk memajukan pesantren tersebut.

Para alumni, sambung dia, memiliki peran strategis dalam membantu mewujudkan program-program PPKP Ribathul Khail.

Karena itu, usaha memajukan pesantren ini tak terlepas dari peran alumni.

Ketua DPRD Kukar memotong tumpeng dalam peringatan HUT PPKP Ribathul Khail. (Dok. Berita Alternatif)

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada ketua dan sekretaris yayasan PPKP Ribathul Khail. “Karena alumni dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan seperti ini dalam urung rembuk,” katanya.

Alumni PPKP Ribathul Khail, lanjut dia, kerap melakukan silaturahmi dan diskusi untuk memberikan kontribusi terhadap pesantren tersebut.

“Tidak ada maksud lain dan tidak ada keinginan yang buruk terhadap lembaga ini. Cinta kami sampai mati kepada pondok pesantren,” tegasnya.

Peringatan HUT PPKP Ribathul Khail tersebut dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPRD Kukar dan Bupati Kukar, tausiah oleh ustazah Kuryami, yang merupakan alumni PPKP Ribathul Khail.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng, yang kemudian diberikan kepada para kiai dan ustaz yang telah berjasa kepada PPKP Ribathul Khail. (fz)

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA