Spirit Hari Al-Quds telah Ditunjukkan Pejuang Kutai dalam Menentang Penjajahan Inggris

spirit hari al quds
Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Kaltim yang juga Pembina Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar, Sayid Thoriq Assegaff. (Dok. Berita Alternatif)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Puluhan warga Kukar dari berbagai elemen melakukan aksi damai dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional pada Jumat (5/4/2024) sore.

Aksi damai yang dirangkai dengan penggalangan dana tersebut diselenggarakan di taman depan Museum Mulawarman Tenggarong.

Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Kaltim yang juga Pembina Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar Sayid Thoriq Assegaff menyebut pemilihan tempat aksi tersebut memiliki alasan tersendiri.

Di belakang lokasi aksi itu terdapat mural yang menggambarkan perlawanan masyarakat Kutai terhadap penjajah di era kolonialisme Inggris di Indonesia.

“Ini adalah spirit bagi kita. Kita adalah bangsa yang menolak dihinakan. Kita adalah bangsa dan suku yang pernah mengorbankan darah untuk menolak diperbudak,” ucapnya.

Kata dia, nilai-nilai kemanusiaan tertinggi bagi setiap orang ataupun bangsa adalah menolak diperbudak oleh pihak lain.

Ia pun mengutip kata-kata Imam Ali bin Abi Thalib as yang menyebut, “Tetaplah kalian menjadi merdeka karena Allah Swt tidak pernah menciptakan kalian sebagai seorang budak.”

Dia menyebut setiap orang merdeka akan merasa muak dengan penjajahan dan penindasan terhadap siapa pun.

Hal ini pun telah diabadikan dalam Pembukaan UUD 1945. Para pendiri bangsa ini menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

“Dua kata ini adalah bentuk dan ciri bagi bangsa kita yang menunjukkan bangsa kita adalah bangsa yang agung; bangsa yang mengerti akan dirinya dan kemanusiaannya,” tegas dia.

Sayid Thoriq menyebut Imam Khomeini juga mengeluarkan fatwa Hari Al-Quds sebagai bentuk penentangan terhadap penjajahan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina.

Kehadiran setiap orang dalam aksi serentak di seluruh dunia tersebut, sambung dia, merupakan bentuk pertanggungjawaban sebagai manusia yang mulia.

“Semoga apa yang kita lakukan ini menjadikan kita sebagai orang yang terpilih di hadapan Allah, orang yang menentukan sikap kita sebagai manusia, orang merdeka dan menolak kehinaan,” harapnya. (fb)

 

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA