Organ Tubuh Manusia: Bagian dan Fungsinya

Ilustrasi organ tubuh manusia. (Cermin Dunia)
Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Tubuh manusia mempunyai berbagai macam jenis yang terdiri seperti sel, jaringan, organ, dan sistem organ. Bagian-bagian yang menyusun dan membentuk tubuh manusia dengan sempurna disebut sistem organ.

Sistem ini terdiri dari berbagai jenis organ dengan struktur dan fungsi tertentu. Secara langsung atau tidak langsung, setiap sistem organ saling bergantung, tanpa kerja sama organ lain, proses tersebut tidak terjadi di dalam tubuh.

Menurut Brum (1994), manusia mempunyai sembilan sistem organ yakni sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem motorik atau gerak, sistem reproduksi, sistem saraf, sistem integumen, dan sistem endokrin.

Sistem organ pada manusia sebagai sekumpulan organ yang saling mendukung dan bekerja sama agar tubuh tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Kesehatan menjadi hal yang paling utama, sehingga kesehatan tubuh manusia ditentukan oleh baik atau tidaknya fungsi sistem organ tersebut.

Pengertian Organ Tubuh Manusia

Organ sendiri merupakan kumpulan jaringan yang mempunyai satu fungsi atau lebih. Berdasarkan sisi letaknya, organ tubuh terbagi menjadi dua, yaitu organ dalam dan organ luar. Organ dalam tubuh terdiri dari jantung, ginjal, lambung, dan usus. Sedangkan untuk organ luar tubuh adalah hidung dan kulit.

Dari berbagai jenis organ tubuh manusia tersebut saling bekerja sama dan membentuk suatu sistem organ pada tubuh manusia. Apabila salah satu organ tidak berfungsi dengan baik, maka akan berdampak pada organ tubuh lainnya.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga fungsi sistem organ agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Bagian-Bagian Sistem Organ Tubuh Manusia

Berdasarkan fungsinya, sistem organ tubuh manusia dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain sebagai berikut.

Pertama, sistem indra. Pancaindra atau biasa disebut sistem indra pada manusia yang terdiri dari 5 indra.

Pancaindra tersebut terdiri dari mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Semuanya mempunyai fungsi masing-masing. Mata berfungsi untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium bau, lidah untuk mengecap rasa, dan kulit sebagai indra peraba.

Kulit itu sendiri merupakan bagian dari sistem integumen, yaitu sistem yang menutupi organ dalam tubuh. Selain sebagai indra peraba, kulit juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya, mengatur suhu tubuh serta menjaga tubuh agar tidak terlalu cepat kehilangan cairan.

Kedua, sistem kardiovaskular. Sistem kardiovaskular atau biasa disebut sistem peredaran darah. Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung (kardio) dan pembuluh darah (vascular). Sistem ini bertanggung jawab dalam memastikan sirkulasi darah agar berjalan dengan lancar, yaitu dengan memompa dan mengedarkan darah ke seluruh tubuh sehingga sering disebut sistem transportasi.

Darah sebagai sarana transportasi bagi oksigen, nutrisi, dan zat penting lain seperti hormon untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Selain itu darah bertugas untuk membawa zat beracun seperti karbon dioksida agar dapat dikeluarkan dari tubuh. Sistem peredaran darah pada tubuh manusia yaitu jantung dan pembuluh darah.

Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Selain jantung, ada pembuluh darah yang dapat mendukung sistem peredaran darah. Darah yang beredar di pembuluh darah ke seluruh tubuh disebut loop tertutup. Pembuluh darah dibagi menjadi kapiler, arteri, dan vena sesuai dengan fungsinya.

Sistem peredaran darah manusia sebagai sistem peredaran darah tertutup karena darah akan mengalir keluar masuk tubuh melalui pembuluh darah dan darah akan mengalir melalui jantung dua kali.

Ketiga, sistem pernapasan. Salah satu sistem organ yang mempunyai peran vital bagi kelangsungan hidup manusia adalah sistem pernapasan. Sistem ini berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara yang dihirup serta mengeluarkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme dari dalam tubuh.

Organ sistem pernapasan sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu organ sistem pernapasan atas dan bawah. Organ sistem pernapasan bagian atas meliputi rongga hidung, sinus, faring, dan jaring. Organ sistem pernapasan bagian bawah meliputi trakea, bronkus, diafragma, dan paru-paru.

Di sistem pernapasan terjadi respirasi yang merupakan proses pertukaran gas organisme dan lingkungan. Oksigen sebagai kebutuhan utama saat bernafas, selain itu juga dibutuhkan untuk pembakaran atau oksidasi makanan seperti gula atau glukosa. Proses ini membantu menghasilkan energi untuk aktivitas sehari-hari seperti pertumbuhan, menjaga suhu tubuh, pembakaran sel somatik dan kontraksi otot.

Tidak hanya menghasilkan energi, bernafas juga menghasilkan karbon dioksida dan uap air. Sehingga sistem pernapasan didukung oleh organ-organ dengan berbagai bentuk dan fungsi.

Sistem pernapasan juga mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Paru-paru dapat dibandingkan dengan dua bursa synovial lambung di mana bagian dalamnya akan terhubung ke udara luar melalui saluran udara.

Bagian dalamnya sangat besar dan terdiri dari kantung mata alveolus dengan dinding yang sangat tipis. Adanya pertukaran gas terjadi di alveolus. Selama proses pernapasan, oksigen yang diambil dapat mengoksidasi makanan yang dihasilkan oleh pencernaan makanan.

Keempat, sistem pencernaan. Setiap manusia membutuhkan makanan dari tumbuhan dan hewan. Makanan yang masuk ke dalam perut dan dicerna atau dipecah menjadi bagian atau molekul yang lebih kecil dan sederhana.

Proses ini akan berlangsung di sistem pencernaan. Makanan diserap oleh saluran pencernaan dan diedarkan ke seluruh tubuh dalam bentuk molekul kecil.

Sistem pencernaan ini memungkinkan tubuh untuk dapat menerima makanan, kemudian diolah menjadi nutrisi serta energi yang lebih mudah diserap oleh tubuh.

Proses metabolisme makanan akan menjadi energi serta nutrisi yang melibatkan sistem pencernaan terdiri dari beberapa organ seperti mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, usus, dan anus.

Dalam sistem pencernaan, pulping dibagi menjadi dua yaitu pulping mekanik dan pulping kimia. Pencernaan mekanis sebagai proses mengubah makanan dari kasar menjadi kecil atau halus. Proses ini berlangsung pada gigi di dalam mulut.

Pencernaan kimiawi merupakan proses yang menggunakan enzim untuk mengubah makanan dari zat kompleks menjadi zat yang lebih sederhana yaitu terjadi di mulut, lambung, dan usus. Enzim ini mengandung zat kimia yang diproduksi tubuh untuk mendorong reaksi kimia makanan di dalam tubuh.

Kelima, sistem reproduksi. Sistem reproduksi pada pria dan wanita berbeda. Untuk pria, sistem reproduksi mencakup semua organ yang digunakan selama hubungan seksual untuk menghasilkan keturunan seperti penis, testis, epididymis, dan vas deferens.

Sedangkan untuk sistem reproduksi wanita mencakup semua organ yang diperlukan untuk berhubungan seksual, kehamilan, dan melahirkan anak. Organ reproduksi ini meliputi vagina, rahim, ovarium, dan tuba falopi.

Keenam, sistem urogenital. Sistem urogenital terdiri dari ginjal, saluran kemih, kandung kemih, dan uretra. Sistem organ ini mempunyai fungsi untuk menyaring racun, cairan, dan elektrolit yang berlebihan, seperti kalium dan natrium di dalam darah.

Setelah disaring, darah tersebut akan diserap kembali untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sementara sisa limbah dan zat beracun yang telah disaring akan dikeluarkan melalui urine.

Selain berfungsi untuk membuang urine, sistem urogenital juga bermanfaat untuk mengatur jumlah elektrolit dan cairan tubuh serta dapat memastikan tingkat asam-basa atau pH darah berada pada kadar yang normal.

Ketujuh, sistem saraf dan muskuloskeletal. Sistem saraf terdiri dari semua sel saraf di tubuh, baik saraf sensorik maupun saraf motorik. Sistem saraf ini memungkinkan manusia untuk merasakan, memahami, serta memberi respons terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, sistem saraf juga mempunyai peran dalam tubuh untuk bergerak bersama dengan sistem muskuloskeletal.

Sistem muskuloskeletal terdiri dari otot (muskulo) dan tulang (skeletal). Pada umumnya, sistem ini mempunyai fungsi untuk menggerakkan tubuh, menjaga postur dan keseimbangan tubuh, menghasilkan panas tubuh melalui metabolisme serta melindungi organ dalam tubuh.

Kedelapan, sistem endokrin. Sistem ini mencakup hipotalamus di otak dan serangkaian kelenjar yang bertugas untuk menghasilkan hormon.

Peran dari hormon untuk mengendalikan berbagai fungsi tubuh seperti pernapasan, metabolisme, reproduksi, pergerakan, pertumbuhan, persepsi sensorik, serta perkembangan seksual.

Kelenjar tubuh yang termasuk sistem endokrin adalah kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, pankreas, testis, dan ovarium.

Kesembilan, sistem eskresi. Sistem ini sebagai sistem organ manusia yang mempunyai fungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dan zat-zat lain yang dianggap racun oleh tubuh. Sistem ini terdiri dari kulit, hati, usus besar, paru-paru, dan ginjal.

Kesepuluh, sistem imunitas. Sistem imunitas atau yang biasa disebut sistem kekebalan tubuh meliputi sel-sel khusus seperti sel darah putih dan limfosit serta sistem limfatik yang terdiri dari limpa, hati, kelenjar timus, dan kelenjar getah bening.

Sistem imunitas mempunyai peran untuk mendeteksi keberadaan zat berbahaya atau beracun, sel kanker serta berbagai penyebab infeksi seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Kemudian, sistem imunitas akan menghasilkan antibodi untuk menghancurkan zat atau sel berbahaya tersebut.

Fungsi sistem organ pada manusia berbeda-beda, namun akan saling terkait dan saling mendukung satu sama lain. Menjaga sistem organ agar tetap berfungsi secara optimal sangat penting untuk memastikan tubuh agar tetap sehat.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan organ tubuh juga diperlukan beberapa hal, misalnya dengan menjalani gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter, terutama jika kita mempunyai risiko untuk mengalami penyakit tertentu. (*)

Sumber: Gramedia

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA