Search
Search

Pengaruh Amerika Serikat Kian Luntur di Timur Tengah

Listen to this article

BERITAALTERNATIF.COM – Sebuah media AS, Hill, yang dekat dengan Kongres dalam analisisnya mengkritik ketidaksiapan Washington di hadapan perubahan-perubahan baru di Asia Barat.

Hill secara implisit mendeskripsikan pulihnya hubungan Damaskus dengan negara-negara Arab setelah kerusuhan 2011 sebagai berubahnya “Musim Semi Arab” menjadi “Musim Dingin”.

“Sayangnya Timteng telah mengalami restrukturisasi lantaran keputusan AS untuk angkat kaki dari Kawasan. Hal ini menyebabkan para sekutu lama AS meragukan bahwa Washington bisa dipercaya,” tulis Hill, diberitakan Fars.

Menurut Hill, para sekutu Washington di Kawasan lebih memprioritaskan AS daripada China, Iran, dan Rusia. Namun “tampaknya Washington terlihat linglung dan lemah, sehingga pandangan para sekutu ini beralih ke tempat lain”.

Analisis Hill menyatakan bahwa Timteng adalah kawasan yang dinamis dan selalu berubah-ubah, sehingga membuat bingung para pakar politik di AS yang “selalu terjebak berulang kali karena memandang Timteng dari lensa Barat”.

Hill lalu mengungkit peran China dalam memediasi rekonsiliasi Teheran-Riyadh dan mengkritik ketidaksiapan AS dalam menghadapi perkembangan ini.

“AS terlihat tidak siap terkait rekonsiliasi Saudi-Iran, sebagaimana ia tampak linglung ketika Musim Semi Arab digantikan Musim Dingin Arab”.

Washington juga dikritik Hill karena tidak berminat menggunakan keberadaan militernya untuk menanggapi gesekan-gesekan di Kawasan.

“Ya, semua tahu bahwa AS memiliki pasukan terbanyak di Kawasan. Namun secara terang-terangan kita tidak punya minat untuk memanfaatkan keberadaan pasukan ini, sehingga kita tidak dianggap oleh para pengambil keputusan di Kawasan dan pihak-pihak selain AS mengisi kekosongan ini”.

Sebagai contoh, ketika faksi-faksi pro-Iran menyerang pasukan AS di al-Tanf, Suriah, Washington sering kali tidak berniat melakukan pembalasan. Hal ini disebut Hill sebagai “pesan akan tiadanya tekad kuat sehingga membuat AS semakin sering diserang”.

Contoh lain yang diberikan Hill adalah saat jet Rusia menghadang drone AS di angkasa Suriah dan memaksanya mendarat darurat. Namun AS hanya cukup memberikan tanggapan diplomatis saja.

Rekonsiliasi Iran-Saudi, pertemuan Rezim Saudi dengan Hamas, kedekatan Turki-Mesir, dan undangan Liga Arab kepada Bashar Assad adalah bukti-bukti lain yang dipaparkan Hill bahwa “AS sudah kehilangan pengaruhnya di Kawasan”. (*)

Sumber: Poros Perlawanan

Kunjungi Berita Alternatif Di :

Bagikan

BERITA TERKAIT

PALESTINA
POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA