Menlu Israel Khawatirkan Kedekatan Iran dan Aljazair

Yair Lapid

Rabat, beritaalternatif.com – Menlu Israel Yair Lapid merilis pernyataan tentang Iran di akhir kunjungannya ke Maroko untuk membuka kantor hubungan diplomatik Rezim Zionis.

“Kami telah membahas masalah Sahara Barat dan hal-hal yang dianggap penting oleh kedua pihak,” kata Lapid dalam konferensi pers di al-Dar al-Baidha, seperti diberitakan situs Hespress.

Lapid mengaku, Israel dan Maroko tidak membahas masalah transaksi persenjataan. Ia lalu mengatakan, “Kami memiliki kekhawatiran bersama terkait peran Aljazair di Afrika; negara yang kian dekat kepada Iran dan saat ini telah memicu gelombang (penentangan) terhadap keanggotaan Israel di Uni Afrika sebagai pengawas.”

Sejumlah negara Afrika, terutama Aljazair, menentang keras keputusan Uni Afrika yang menerima Israel sebagai anggotanya. Media-media memberitakan, Aljazair telah membentuk sebuah kelompok yang beranggotakan negara-negara Afrika. Tujuannya adalah menolak keanggotaan Rezim Zionis di Uni Afrika dan mempertahankan prinsip organisasi ini dalam membela negara Arab Palestina.

Di bagian lain pembicaraannya, Lapid mengklaim, “Kami selalu berusaha memajukan proses perdamaian dengan Palestina. Kami memberikan tawaran-tawaran dermawan kepada mereka. Namun sepertinya mereka memilih untuk hidup dalam kehinaan dan kemiskinan. Mereka harus memilih antara hidup sejahtera atau hidup bersama kubu Iran.”

Maroko dan Israel telah mengumumkan kesepakatan normalisasi pada tahun lalu. Kesepakatan itu terwujud atas perantaraan Donald Trump.

Kedua pihak mengumumkan, Kedubes Israel dan Maroko akan dibuka bulan depan. (liputanislam/ln)

TAGS:

Bagikan :

BERITA TERKAIT

Jasa Pembuatan Website

PASANG IKLAN

Ukuran = 1:1

BERITA TERBARU